loading...

Operasi Hitung Bilangan Bulat – Sifat, Contoh Soal, Rumus Matematika

Bilangan bulat merujuk pada angka yang terdiri dari bilangan cacah (0, 1, 2, 3 sampai tidak terhingga) dan juga bilangan negatifnya (dimulai dari -1, -2, -3 sampai tidak terhingga).

Perlu diperhatikan bahwa 0 masuk ke dalam bilangan cacah positif, bukan negatif.

Artikel ini membahas tentang operasi hitungan bilangan bulat, oleh karena itu akan berfokus pada bilangan cacah positif, karena jika menggabungkannya dengan bilangan cacah negatif, maka itu akan menjadi operasi hitung campuran bilangan bulat.

Jadi apa saja sifat-sifatnya?

3 Sifat Operasi Hitungan Bilangan Bulat Beserta Contoh Soalnya

Operasi Hitung Bilangan Bulat

via algebraden.com

  1. Sifat komutatif

Sifat komutatif disebut juga dengan pertukaran. Maksudnya sifat komutatif hanya terdapat pada dua operasi hitung yaotu penjumlahan dan perkalian.

  • Sifat komutatif pada penjumlahan

Penjumlahan bisa melibatkan du bilangan atau lebih. Seperti dikatakan diatas bahwa sifat komutatif adalah pertukaran. Jika D + F adalah bilangan, maka D + F = F + D.

Contoh Soalnya:

Soal Pertama:

87 + 43 = 130
48 + 87 = 130

Jadi, 87 + 43 = 43 + 87

Soal Kedua:

15 + 21 = 36
21 + 15 = 36

Jadi, 15 + 21 = 21 + 15

  • Sifat komutatif perkalian

Sama halnya dengan penjumlahan. Sifat komutatif ini hanya dibedakan dengan perkalian. Jika D x F maka, D x F = F x D.

Contoh Soalnya:

Soal Pertama:

25 x 14 = 350
14 x 25 = 350

Jadi, 25 x 14 = 14 x 25

Soal Kedua:

34 x 7 = 238
7 x 34 = 238

Jadi, 34 x 7 = 7 x 34

loading...
  1. Sifat asosiatif

Sifat asosiatif disebut juga dengan sifat pengelompokan.

  • Sifat asosiatif penjumlahan

Sifat aaosiatif hanya untuk penjumlahan tiga bilangan. Jika A+ B + C, kemudian dikelompokkan menjadi (A + B) + C atau A + (B + C).

Contoh Soalnya:

Soal Pertama:

30  + 52 + 16 = . . . . .

Penjumlahan di atas dapat dikelompokkan menjadi (30 + 52) + 16 = 82 + 16

Jadi, jawabannya adalah 98

Soal Kedua:

18 + 29 + 6 = . . . . .

Penjumlahan di atas dapat dikelompokkan menjadi 18 + ( 29 + 6) = 18 + 35

Jadi, jawabannya adalah 53.

Keterangan:

Harus mengerjakan operasi hitung yang ada di dalam kurung terlebih dahulu agar bisa dapat jawaban yang benar.

  • Sifat asosiatif perkalian

Apabila tiga bilangan dikalikan, misal A x B x C kemudian bilangan itu dikelompokkan menjadi (A x B) x C. Sama dengan A x (B x C).

Contoh Soalnya:

Soal Pertama:

19 x 25 x 56 = . . . .

Perkalian tersebut dapat dikelompokkan menjadi 19 x ( 25 x 56 ) = 19 x 1400

Jadi, jawabannya adalah 26600

Soal Kedua:

20 x 6 x 3 = . . . . .

Perkalian tersebut dapat dikelompokkan menjadi (20 x 6) x 3 = 120 x 3

Jadi, jawabannya adalah 360

  1. Sifat distributif

Sifat distributif adalah sifat penyebaran perkalian terhadap penjumlahan. Perhatikan contoh dibawah ini:

Contoh Soalnya:

Soal Pertama:

6 x (18 + 23) = 6 x 41 = 246

atau

6 x (18 + 23) = (6 x 18) + (6 x 23) = 108 + 138 = 246

Jadi, 6 x (18 + 23) = 246

***

Jadi sifat operasi hitung bilangan bulat terbagi menjadi tiga yaitu sifat komutatif yang berarti pertukaran, sifat asosiatif yang berarti pengelompokan dan sifat distributif yang berarti penyebaran perkalian terhadap penjumlahan.

Bilangan komutatif terbagi lagi menjadi dua yaitu sifat komutatif penjumlahan dan perkalian. Sifat asosiatif juga terbagi lagi menjadi dua yaitu sifat asosiatif penjumlahan dan perkalian.

loading...

Leave a Reply