loading...

5 Macam Hukum Nikah Dalam Islam – Wajib, Sunnah, Mubah, DLL

Nikah? Kalau bicara tentang nikah pasti kalian semua pada mau nikah kan. Apa lagi seorang laki-laki dan perempuan yang sudah memantapkan hatinya dan sudah mampu.

Lalu Nikah itu sendiri apa sih?

Kemudian hukumnya bagaimana dalam pandangan islam?. Untuk itu mari kita bahas tentang apa itu Nikah dan apa hukumnya.

Menurut UU No.1 tahun 1974 pasal 1 mengatakan perkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sedangkan menurut seorang ulama Muhammad Abu Israh Nikah adalah aqad memberikan faedah hukum kebolehan mengadakan hubungan keluarga antara wanita dan pria dan mengadakan tolong menolong dan memberikan batas hak bagi pemiliknya serta pemenuhan kewajiban bagi masing-masingnya.

Jadi, Nikah adalah hubungan yang dijalin oleh pria dan wanita dalam membentuk sebuah rumah tangga yang didasarkan oleh Allah Swt.

Kemudian hukum nikah, banyak sekali orang mengatakan bahwa hukum nikah itu ialah wajib.

Sebenarnya hukum nikah itu bermacam-macam ada yang wajib, ada yang sunnah, ada yang makruh, haram dan mubah. Untuk lebih jelasnya ini ada beberapa alasan kenapa hukum nikah itu banyak.

5 Macam Hukum Nikah Menurut Islam

Hukum Nikah Dalam Islam

loading...
  1. Wajib

Wajib adalah apabila dikerjakan mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan akan mendapat dosa. Nikah dikatakan wajib dilakukan apabila seseorang telah mampu untuk nikah, maka ia wajib untuk menikah.

Seperti sabda Nabi “Hai para pemuda barang siapa diantara kamu telah mampu (mendesak) kawin, maka kawinlah” (HR. jama-ah)

  1. Sunnah

Jika seseorang sudah mampu nikah tetapi ia masih sanggup menahan hawa nafsu atau menahan dirinya dari perbuatan zina, maka hukumnya adalah sunnah.

Sebagaimana sabda Nabi Saw “Nikah itu sunnahku, barang siapa ia tidak mengikuti sunnahku maka ia bukan dari golonganku”

  1. Makruh

Makruh maksudnya adalah jika seseorang lemah syahwatnya dan tidak mampu memberikan belanja bagi isterinya walupun tidak merugikan osteri maka hukumnya adalah makruh.

  1. Haram

Jika seseorang tidak mampu memberikan nafkah secara lahir dan batin kepada isterinya maka hukumnya adalah haram.

  1. Mubah

Hukum nikah mubah bagi laki-laki yang tidak terdesak alasan-alasan yang mewajibkan segera nikah atau karena alasan-alasan yang menharamkannya untuk nikah.

***

Dari uraian diatas jelas bahwa, Nikah adalah hubungan seorang pria dan wanita untuk berumah tangga dan hidup saling tolong menolong yang dilakukan karena Allah SWT.

Sedangkan hukum dari Nikah itu sendiri adalah Wajib, Sunnah, Makruh Haram dan Mubah, sesuai dengan situasi, kondisi dan keadaan si pelaku.

Setelah mengetahui hukumnya, Anda juga harus mengetahui tata cara menikah dalam Islam.

loading...

Leave a Reply