loading...

4 Hukum-Hukum Dasar Kimia Yang Sering Digunakan

Salah satu aspek penting dalam reaksi kimia adalah hubungan kualitatif antara zat-zat yang terlibat dalam reaksi. Oleh karena itu, perlu sekali bagi kita mengetahui dasar hukum kimia.

Setiap persenyawaan kimia mempunyai susunan sesuai dengan hukum-hukum dasar tersebut dan demikian juga proses-proses kimia berlangsung menurut hukum-hukum dasar tersebut.

Hukum- hukum tersebut adalah:

4 Hukum Dasar Kimia Yang Wajib Diketahui Semua Murid

Hukum Dasar Kimia

via www.unomaha.edu

  1. Hukum Kekekalan Massa

Hukum kekekalan massa/hukum lavoiser menyatakan jumlah massa zat-zat yang bereaksi tidak berubah. Jadi sebelum dan sesudah reaksi maka jumlah massa zat-zat sama.

Antoine Lavoiser (1743-1794) ahli kimia dari prancis, melakukan percobaan direaksikan zat-zat tersebut ditimbang dan sesudah reaksipun ditimbang lagi, ternyata massanya sama. Akhirnya dikenal dengan hukum kekekalan massa/lavoiser. Bunyi hukumnya: “Massa sebelum reaksi dan seaudah reaksi selalu sama”.

  1. Hukum Perbandingan Tetap

Hampir seluruh zat merupakan suatu senyawa yang berdiri dari unsur-unsur. Pada tahun 1807, Josep Louis Proust menemukan bahwa massa suatu unsur yang membentuk senyawa selalu tetap.

Hasil penemuan Josep dinyatakan sebagai hukum perbandingan tetap yang berbunyi: “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap”.

  1. Hukum Kelipatan Dalton

Persenyawaan antara hitrogen dan oksigen kecuali air ada pula hidrogen yang lain yang dinamakan hidrogen peroksida.

Dalam air perbandingan massa hodrogen dan oksigen adalah 1:8, sedangkan dalam peroksida adala 1:6, jika kedua senyawa dibandingkan ternyata massa hidrogen pada kedua senyawa tersebut sama dan perbandingan massa oksigen pada kedua tersebut adalah 8:16 atau 1:2.

Hukum dalton dinyatakan sebagai hukum kelipatan bergenda yang berbunyi: “Apabila dua jenis unsur dapat membentuk dua/lebih jenis senyawa, maka jumlah massa unsur yang pertama yang bersenyawa dengan unsur yang kedua yang sama massanya berbanding sebagai bilangan-bilangan yang mudah dua bulat”.

  1. Hukum Perbandingan Volume

John Dalton

loading...

John Dalton (1711-1833) meyusun teori atom, antara lain:

  • Materi terdiri atas partikel terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi yang disebut atom.
  • Atom-atom dapat bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan yang sederhana.

Dalam teori atom Dalton banyak pernyataan tentang perbandingan sederhana atom-atom dalam pembentukan senyawa. Sebagai contoh dari perubahan yang dihasilkan oleh Gay Lussac tidak dapat menerangkan hubungan teori ayom Dalton dengan penelitiannya.

Gay Lussac

Gay lussac mengadakan eksperimen pada reaksi antara zat yang berwujud gas pada temperatur dan tekanan tertentu, ternyata perbandingan volume gas-gas yang bereaksi dan hasil reaksi sesuai dengan perbandingan molekulnya yang merupakan perbandingan sederhana.

Dari eksperimen tersebut Gay Lusac menyimpulkan: “Pada temperatur dan tekanan yang sama, peevandingan volume gas-gas bereaksi dan gas hasil reaksi merupakan bilangan bulat dan mudah”. Hukum ini dikenal dengan hukum perbandingan volume.

Hipotetis Avogadro

Berdasarkan dari hasil percobaan yang dilakukan gay lussac avogadro ahli fisika dari itali (1811). Ternyata dalam volume yang sama terdapat jumlah molekul yang sama pula.

Akhirnya Avogadro mengemukakan hipotetianya yang 500 tahun kemudian baru dijadikan suatu hukum yang dikenal sebagai hukum Avogadro, yang berbunyi: “Pada temperatur dan tekanan yang sama,volume yang sama dari semua gas mengandung jumlah molekul yang sama pula”.

Menurut Avogadro, suatu unsur dapat meruoakan gabungan dari beberapa atom yang disebut molekul. Molekul adalah bagian teekecil dari suatu zat yang dapat berdiri sendiri dan masih mempunyai sifat yang sama dengan zatnta molekul umsur terdiri dari unsur dan molekul senyawa.

Jika hukum Gay dan hipotetisnya Avogadro disatukan yang disebut hukum Gay Lussac – Avogadro yang menyatakan bahwa untuk reaksi gas pada suhu dan tekanan yang sama berlaku: “Perbandingan vume = peebandingan koefisin = perbandingan jumlah molekul”.

***

Dari uraian diatas diketahui bahwa hukum-hukum dasar kimia terbagi menjadi 4.

Yang pertama Hukum kekekalan massa, yang berbunyi “Massa sebelum reaksi dan sesudah reaksi selalu sama”, yang kedua, hukum proust. Berbunyi “Perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa selalu tetap”.

Ketiga, hukum dalton berbunyi “Apabila dua jenis unsur dapat membentuk dua/lebih jenis senyawa maka jumlah massa unsur yang pertama yang bersenyawa dengan unsur yang kedua yang sama massanya berbanding sebagai bilangan-bilangan yang mudah dan bulat”. Keempat, hukum perbandingan volume berbunyi “Perbandingan volume = perbandingan koefisian = perbandingan jumlah molekul”.

loading...

Leave a Reply