7 Cara Mengatasi Anak Didik Malas Agar Lebih Mudah Menerima Pelajaran

kids-717168_640

Pada umumnya, banyak sekali anak di indonesia ini yang sulit menerima pelajaran yang diberikan guru. Contohnya saja, dalam pengalaman saya sendiri. Disekolah dasar tempat saya mengajar, sering sekali mendengar hal semacam itu. Dimana ada beberapa siswa yang sulit bahkan bisa dibilang sangat sulit menerima pelajaran. Apalagi dalam pelajaran Matematika. Biasanya anak itu mendengar kalimat Matematika saja sudah mulai mengeluh, sudah mulai ketakutan, bosan, dan malas. Lalu apa yang membuat mereka bisa merasakan seperti itu?
Mungkin bisa saja anak-anak terlalu berpikir bahwa Matetamika itu benar-benar sulit sekali, atau bahkan bisa jadi guru yang mengajarnya terlalu keras dalam arti pemarah atau Guru yang selalu ditakuti oleh siswa. Sehingga sebelum belajarpun mereka sudah merasa demikian hingga materi yang diajarkanpun sulit diterima.

Adapun tips atau cara mengatasi agar anak lebih mudah memahami materi pelajaran, yaitu:

1. Harus mengetahui telebih dahulu watak, sifat, dan kemampuan anak tersebut.

sifat
Jika kita sebagai pendidik sudah tahu bagaimana watak si anak maka kita akan mudah memberikan materi yang sesuai dengan watak anak tersebut agar mudah dipahaminya.

 

2. Ruang kelas harus dalam keadaan bersih.

pembersih kelas
Ini tentu saja sangat mendukung anak supaya lebih mudah menerima pelajaran. Jika keadaan kelas yang kotor, maka proses belajar mengajarpun akan terganggu. Karena tidak nyaman dan banyak nyamuk. Sebaiknya kebersihan kelas harus selalu dipehatikan.

 

3. Belajar sambil bermain.

belajar sambil bermain
Dalam hal ini, bermain dalam arti menyampaikan materi dengan cara melakukan permainan didalam kelas. Misalnya, dengan menggunakan sebuah alat peraga dan alat peraga itu dijadikan sebagai objek dalam belajar. Anak-anak terutama anak-anak SD sangat suka dengan permainan sehingga dengan cara ini anak-anak tersebut lebih mudah memahami pelajaran.

 

4. Memilih metode yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan.

metode-pembelajaran
Dalam pemilihan metode dalam belajar, kita harus hati-hati. Kenapa dibilang seperti itu? Karena jika kita salah memilih dan menggunakan metode dalam menyampaikan materi, maka materi yang diberikanpun kepada siswa tidak akan tercapai tujuannya. Lebih tepatnya tidak akan berhasil. Oleh sebab itu, sebelum menyampaikan materi kita harus memilih metode yang tepat agar materi yang disampaikanpun akan mudah dipahami siswa.

metode yang bisa di pakai metode pembelajaran lihat di sini

5. Mendekatkan diri kepada si anak.

guru-baik
Ini biasanya terjadi terhadap anak yang sulit menerima materi yang kita sampaikan. Sebaiknya kita mendekatkan diri kita kepada anak tersebut. Dalam artian kita harus lebih bisa memberikan perhatian yang lebih padanya. Misalkan, dengan cara menanyakan secara lemah lembut, kamu dirumah ada berapa saudara?, orangtua kamu apa bekerja atau tidak?, kalau orangtua kamu pulang kerja, kamu sering belajar gak sama orangtua kamu dirumah?. Bisa jadi orantuanya kurang perhatian pada anaknya, atau lain sebagainya. Setelah kita tahu kenapa anak tersebut sulit menerima pelajaran yang diberikan. Oh, berarti menyampaikan materi pada anak tersebut harus dengan cara seperti ini. Misalkan, memanggilnya, menyampaikan dan mengajarkan materi dikala waktu senggang dalam sebuah ruangan yang khusus.

 

6. Harus menjadi seorang pendidik yang penyabar.

guru-sabar
Hal ini yang paling harus dimiliki guru. Kenapa?, karena sikap penyabar wajib dimiliki guru apalagi untuk anak-anak Sekolah Dasar. Mengajar anak-anak SD lebih sulit. Sebab, disini guru tidak hanya memberikan atau mengajarkan materi tapi terlebih lagi guru harus MENDIDIK agar anak tersebut baik dalam sikap, perbuatan bahkan pelajaran. Mengajarkan anak harus dengan hati yang sabar, lembut. Jika seotang anak tidak mengerti-mengerti apa yang kita ajarkan. Jangan langsung memarahinya atau menjewernya. Sebaiknya kita tanyakan dulu dimana letak dia tidak mengerti?. Sebaiknya kita mengulang kembali letak materi yang tidak mereka mengerti dan lebih memberikan contoh yang lebih spesifik lagi.

 

7. Belajar diluar ruang kelas.

belajar-diluar
Belajar dalam kelas/ruangan terus menerus tentu saja sangat membosankan bagi anak didik. Maka dari itu, sudah sebaiknya kita mencoba melakukan belajar diluar kelas. Contoh kecil saja, kita gunakan lapangan/taman sebagai tempat belajar. Jadi ketika diluar ruangan hati mereka akan gembira, pemikiran merekapun akan lebih luas karena ruangan yang terbuka. Sehingga dengan hati yang gembira, ruangan yang terbuka. Siswa-siswa lebih cepat menerima pelajaran.

 

Itulah beberapa tips atau cara agar anak lebih mudah/cepat menerima pelajaran yang disampaikan. Mulai dari memahami watak si anak, keadaan kelas harus tetap terjaga kebersihannya agar kita nyaman, belajar dilakukan sambil bermain, pemilihan yang tepat dalam metode, sesekali belajar diluar rung kelas sehingga anak didik tidak bosan, dan dengan hati yang penuh keikhlasan dan penyabar. Maka anak didik kita akan mudah memahami materi yang kita sampaikan.

Leave a Reply