Benarkah golongan darah menentukan sifat dari seseorang?

Benarkah Golongan Darah Menentukan Sifat?

Pada tahun 1900, Seorang ilmuan jepang melakukan sebuah penelitian. Dalam penelitiannya ditemukan golongan darah itu ada yang A, B, AB dan O. Bahkan ada golongan darah M dan Mn. Darah M dan Mn, ini sangat langka sekali dan jarang ditemukan. Darah ini ditemukan pada tahun 1976.

Banyak sekali orang yang percaya bahwa golongan darah dapat menentukan sifat dari seseorang.Lalu benarkah sifat seseorang itu ditentukan oleh golongan darahnya? Dan bagaimanakah hukumnya dalam islam?

Penjabaran dari penelitian seorang ilmuan jepang tersebut adalah seseorang yang memiliki darah O, memiliki karakter flaksibel dan kuat. Darah A, memiliki karakter pekerja keras dan teliti dalam hal apapun. Darah B, memiliki karakter yang tidak mau kalah. Sedangkan darah AB, memiliki karakter seperti dunia mereka sendiri.

Seperti yang dikatakan diatas, seseorang yang memiliki darah A merupakan orang yang teliti dan pekerja keras. Lalu bagaimana jika seseorang bergolongan darah B, memiliki karakter yang teliti dan pekerja keras juga. Kemudian orang yang berdarah O, orang yang tidak mau kalah.

Nah, dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa, golongan darah seseorang tidak menentukan sifat dari seseorang. Karena, golongan darah itu merupakan pewarisan gen dari seorang ayah dan ibunya. Jadi mutlak tidak bisa, tidak menentukan/mendefinisikan sifat dari seseorang. Sifat seseorang tergantung dari orangtuanya. Sudah ada pada saat seseorang dalam kandungan, dari ayah dan ibu. Sifat seseorang juga sangat berpengaruh dari didikan orangtuanya, pengaruh dari sosial, lingkungan dan teman.

Dalam pembentukan sifat seorang anak, tergantung dari kebaikan yang diberikan orangtuanya. Pendidikan sejak dini, di didik dan selalu diajarkan dengan hal-hal kebaikan, seperti saling memberi jika kita ada/lebih. Mulai membiasakan dari hal kecil membagi makanan yang kita punya. Hingga anak tersebut menjadi dewasa yang baik. Mengajarkan anak terhadap nilai-nilai agama. Berteman dengan orang yang soleh/solekha. Karena pertemanan juga membawa pengaruh pada sifat seseorang. Jika kita berteman dengan orang soleh/solekha maka kita secara perlahan akan ikut dan belajar seperti mereka dan menjadi orang yang soleh/solekha. Dan sebaliknya.

Sedangkan hukumnya dalam islam yaitu sama seperti jika kita mempercayai dukun atau ramalan. Mereka para dukun bukan apa-apa. Kita percaya hanya pada satu yaitu kepada Allah Swt.

Jadi ada baiknya kita selalu melakukan kebaikan didunia terlepas dari golongan darah kita. Jangan dipercayai!!!.

Leave a Reply