Menyempurnakan shalat dengan khusuk dan tawadhu

iman

GuruMurid.com Agama Ini Pembelajaran kita tentang agama tentang Khusuk menurut pengertian ulama adalah bagian dari pekerjaan hati, Seperti takut dan khawatir. Ada juga diantara mereka yang berpendapat bahwa khusuk merupakan pekerjaan anggota badan seperti diam, tidak boleh menoleh, atau bermain-main.
Pendapat pertama memegang dalil hadits “Tidak diterima shalat seorang hamba kecuali sesuai apa yang dipikirkan.
Imam baihaqi mengeluarkan hadits melalui ibnu sirin ra :

“diceritakan kepadaku bahwa rasulullah saw ketika shalat mengangkat pandangannya ke langit.” Lalu turunlah ayat ini.
” Rasulullah saw ketika shalat    pernah menghadapkan pandangannya ke langit. Lalu ayat ini (diatas) turun. Dan beliau saw langsung menundukkan kepalanya.” (Hr. Imam hakim dan imam baihaqi, hdits abu huraiah. ra)

Agar shalat kita khusuk, hati, badan dan tempat ibadah kita harus dalam keadaan bersih, makan dan minum harus dari penghasilan yang halal. Dan Perbanyak dzikir.

Sabda nabi saw :
“Barang siapa yang shalatnya tidak mampu mencegah perbuatan keji dan munkar. Maka tidak akan bertambah-tambah (dekat) kecuali semakin jauh.”

 

Kisah  dari kholaf bin Ayyub :
Wakti itu ia berdiri shalat, tiba-tiba lebah menyengatnya sampai darah kholaf mengalir. Namun ia tidak merasakan apa-apa, sampai akhirnya ibnu sa’id yang menunjukkan lukanya. Ia langsung membasuh pekaiannya. Ada yang bertanya “kamu disengat lebah sampai darahmu keluar, lalu kenapa kamu tidak merasakan apa-apa?
Ia bertanya juga apakah hal itu pantas bagi orang yang berdiri dihadapan tuhan maha raja perkasa, malaikat maut ada ditengkukNya neraka dikirinya dan shiroth berada ditelapakNya.”

Dengan demikian, khusuk adalah pekerjaan hati yang tidak boleh menoleh, dan tidak boleh bertindak diluar cara shalat. Apalagi dalam sholat, kita tidak boleh melakukan perbuatan yang menggerakkan anggota badan kita selain meggerakkan tuntunan atau tata cara shalat,  tidak boleh menggaruk lebih dari tiga kali bahkan tidak boleh bermain-main. Karena shalat yang tidak khusuk maka shalatnya tidak akan diterima Allah swt.

 

Diriwayatkan melalui hasan ra. Sesungguhnya nabi saw besabda:
Perempuan shalat lima waktu menghapus semua dosa tanpa tersisa, kecuali dosa besar.
Demikian ini kalau mengerjakan shalat dengan khusuk dan menghadirkan hati. Kalau tidak khusuk, shalatpun tidak diterima.

Diriwayatkan melalui hatim al ashom, “dia ditanya mengenai shalatnya,

dia menjawab : bila waktu shalat datang aku segera menyempurnakan wudlu kemudian mendatangi tempat ak shalat, aku duduk sampai anggota jasadku berada dalam kebutuhanku, syiroth berada ditelapak kaki, surga disebelah kananku, neraka didiriku, malaikat mau dibelakangku, dan aku beranggapan bahwa shalat inilah yang terakhir. Kemudian aku berada dalam keadaan cemas lalu aku melapazKan takbir dengan mantap disertai dengan tawadlu. Sujud dengan khusuk  lalu duduk dipantat sebelah kiri semua kusertakan dengan ikhlas, dan aku tidak tahu apa sholatku diterima atau tidak”

Rasulullah saw pernah melihat shalat seorang lelaki sampai mempermainkan jenggotnya. Beliau saw bersabda : “Andai hatinya khusuk tantu badannya juga khusus”

sabda nabi saw :
pertama kali yang dihisap amal seorang hamba dihari kiamat ialah shalatnya. Kalau ia menyempurnaKan shalatnya maka hisab itu ringan dan kalau ia mangurangi sedikit saja dari shalatnya maka Allah ta’ala berfirman pada malaikat ; Apakah hambaKu ini memiliki amalan sunnat! Maka sempurnakan kewajiban nya dengan amalan tersebut.”

Allah tidak memandang shalat seorang yang tidak menghadirkan hati bersama badannya.

Leave a Reply