Latihan Jiwa, Mengekang Nafsu

nafsu

sumber gambar pixabay

Latihan Jiwa, Mengekang Nafsu

Semua manusia memiliki nafsu untuk berbuat kejahatan. Ia merupakan musuhmu yang pertama dari bagian iblis. Karena kekuatan syetan terletak pada hawa nafsumu. Maka jangan beri kesempatan nafsu untuk mengkhayalkan hal-hal kosong yang penuh tipu daya. Ciri khas nafsu adalah merasa enak, lalai, santai, atau malas. Andaikan kamu menuruti keinginannya lambat laun kamu akan rusak. Atau lupa tidak memperhitungkan, kamu pasti hanyut ke sana dan sulit sekali menolak keinginannya. Padahal semua itu akan mengajakmu ke neraka.

Nafsu tidak bisa diajak dalam kebajikan. Dia merupakan sumbernya bencana dan itu merupakan salah satu simpanan iblis yang akan bermuara pada semua kejahatan. Dan tidak ada yang lebih mengetahui kecuali yang menciptakan-Nya sendiri. Maka bertaqwalah kepada Allah swt. Sesungguhnya Allah mengetahui apakah unsur kebajikan atau kejahatan.

Seperti kita ketahui, bahwa nafsu itu ialah bisikan syetan yang bertujuan supaya kita tidak berada di jalan Allah. Untuk itu, kita harus bisa menguasai diri kita, harus bisa mengekang nafsu dan melatih hati jiwa kita agar tidak terjerumus dalam hal yang dapat membuat dosa-dosa dalam hidup.
Memang sangat sulit untuk melakukan atau menghindari nafsu, seperti yang telah dikemukakan oleh Nabi sulaiman as, jika kita merasa kesulitan, maka ingatlah Allah, shalatlah dan berzikirlah untuk menghindari nafsu tersebut. Sebagai melatih jiwa kita untuk selalu menahan nafsu.

Seharusnya orang yang punya akal menobati dosa-dosa masa lampau. Seharusnya berpikir yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, menyedikitkan lamunan, meninggalkan yang dilarang, sabar mengekang nafsu dan tidak mengikuti keinginan hawa nafsu, sebab nafsu merupakan berhala.

Nabi Sulaiman Bin Daud as berkata “Sesungguhnya pekerjaan mengalahkan nafsu lebih berat dari pada menaklukkan sebuah kota sendirian”
Maksudnya, nafsu adalah hal yang paling sulit untuk dikendalikan, untuk di hilangkan bahakan lebih sulit dari pada menaklukkan sebuah kota sendiri.

Ali bin Abi Thalib berkata “Barang siapa yang membunuh nafsu, ia akan dikafani dengan rahmat dan dikebumikan kepada kemuliaan dan barang siapa yang hatinya mati (mengikuti hawa nafsu) ia akan dikafani dengan laknat dan dikubur dibumi siksaan”
Sedangkan kata Yahya bin Mu’adz Ar eozi ra “perangilah nafsumu dengan melakukan ketaatan dan riyadloh” riyadloh adalah meninggalkan tidur, sesikit bicara, sesikit makan, dan sabar dari gangguan manusia. Sebab sedikit tidur bisa memperbaiki hati, sesikit bicara selamat, dan sabar dari bencana bisa membuat derajat semakin tinggi, juga sesikit makan bisa mengurangi kesenangan nafsu.

Banyak makan bisa menimbulkan kerasnya hati dan sinarnya cahaya nafsumu dengan lapar dan haus, dan ketuklah pintu surga dengan lapar juga. Pahalanya orang lapar seperti pahalanya orang berjuang di jalan Allah. Sementara kenyang hanya membuat semakin jauh dari Allah.

Jadi, nafsu itu adalah bisikan syetan untuk melakukan perbuatan yang dilarang Allah. Jika kita tidak bisa mengendalikan nafsu pada diri kita, maka kita berada dijalan yang salah, itu adalah perbuatan dosa dan neraka baginya.
Dengan itu, kita harus mengendalikan diri kita, supaya tidak terjerumus dalam kegelapan. Perbanyaklah shalat, Berdzikir, jauhi lamunan kosong, hindari makan banyak, berbicara seadanya saja, dan perbaiki diri.
Karena Allah selalu berada didekat orang-orang yang beriman.

2 Comments

Leave a Reply