Landasan Pancasila

A. Macam-macam landasan pancasila

1. Landasan Historis
Jati diri bangsa indonesia berkembang melalui suatu proses sejarah yang cukup panjang zaman kerajaan kutai, sriwijaya, majapahit, sampai datangnya bangsa lain yang menjajah serta menguasai bangsa indonesia.beratus tahun lalu bangsa indonesia berjuang untuk menwmukan jati dirinya sebagai suatu bangsa yang merdeka, mandiri, serta memiliki suatu prinsip yang tersimpul dalam pandangan hidup serta filsafat hidup bangsa. Hal ini, dapat terlaksana bukan melalui suatu kekuasaan atau hwgomoni ideologi melainkan suatu kesadaran berbangsa dan bernegara yang berakar pada sejarah bangsa.

Jadi, secara historis bahwa nilai-nilai kepribadian bangsa indonesia secara objectif telah dimiliki bangsa indonesia sendiri. Sehingga asas nilai tersebut tidak lain adalah dari bangsa indonesia sendiri, oleh karena itu, berdasarkan fakta objektif secara historis kehidupan bangsa indonesia tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai kepribadiannya.

2. Landasan Kultural
Setiap bangsa didunian dalam hidup masyarakat, berbangsa dan bernegara senantiasa memiliki kepribadiannya sendiri agar ridak terombang-ambing dalam pergaulan masyarakat internasional. Setiap bangsa memiliki ciri khas serta pandangan hidup yang berbeda-beda dangan bangsa lainnya. Negara komunisme dan liberalisme meletakkan dasar filsafat negaranya pada suatu konsep ideologi tertentu.

Berbeda dengan bangsa-bangsa lain, bangsa indonesia mendasarkan pandangan hidupnya dalam masyarakat, berbangsa, dan bernegara pada suatu asas kultural yang dimiliki dan melekat pada bangsa itu sendiri. Satu-satunya karya besar bangsa indonesia yang sejajar dengan karya besar bangsa lain didunia ini adalah hasil pemikiran tentang bangsa dan negara yang mendasarkan pada kepribadiannya sendiri.

Oleh karena itu, para generasi penerus bangsa terutama kalangan intelektual kampus sudah seharusnya untuk mendalami secara dinamis dalam arti mengembangkannya sesuai tuntunan zaman.

3. Landasan Yuridis
Landasan yuridis pendidikan pancasila dalam UU Th. 2003 Nomor 20 tentang sistem pendidikan pancasila nasional. Pasal 37 telah menetapkan bahwa isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan, wajib memuat pendidikan kepribadian (Agama, Kewarganegaraan, dan Bahasa)

Pendidikan kepribadian diatur dalam surat keputusan direktur jendral pendidikan tinggi departemwn pendidikan nasional RI Nomor 266/Dikti/Kep/2000 yang merupakan penyempurnaan labih lanjut dari kurikulum keputusan Dirjen Dikti. Dalam surat keputusan tersebut dirjen dikti menjelaskan pasal 1, bahwa kepribadian yang mencakup unsur filsafat pancasila, agama, dan kewarganegaraan, merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan. Pasal 2, menjelaskan bahwa kepribadian adalah wajib untuk diketahui dan dipelajari.

4. Landasan Filosofis
Kepribadian berlandaskan pada filsafat pancasila. Pancasila adalah sebagai dasar filsafat negara dan pandangan filosofis bangsa indonesia. Oleh karena itu sudah merupakan suatu keharusan moral untuk secara konsisten merealisasikannya dalam setiap aspek kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Secara filosofis, bangsa indonesia sebelum mendirikan negara adalah sebagai bangsa yang keutuhan dan kemanusiaan, hal ini berdasarkan kenyataan objektif bahwa manusia adalah makhluk tuhan YME.

Atas dasar pengertian filosofis tersebut maka dalam hidul bernegara nilai-nilain kepribadian pancasila merupakan dasar filsafat negara.  Oleh karena itu, dalam reakisasi kenegaraan termasuk dalam proses reformasi dewasa ini merupakan suatu kehatusan bahwa pancasila merupakan sumber nilai dalam pelaksanaan kenegaraan, baik dalam pembangunan, nasional, ekonomi, politik, hukum, sosial budaya, maupun peetahanan dan keamanan.

B. Tujuan Penidikan Pancasila
Tujuan pendidikan pancasila mencakup unsur filsafaf pancasila untuk :
1. Dapat memahami, menghayati dan melaksanakan jiwa pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupannya sebagai kewarganegaraan RI.
2. menguasai pengetahuan dan pemahaman tentang beragam masalah dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang hendak diatasi dengan pemikiran yang berlandaskan pencasila dan UUD 1945.
3. Memupuk sikap dan prilaku yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma pancasila sehingga mampu menanggapi perubahan yang terjadi dalm rangka keterpaduan iptek dan pembangunan.
4. Membantu dalam proses belajar, proses berfikir , memecahkan masalah, dan mengambil keputusan dengan menerapkan strategi heuristik terhadap nilai-nilai pancasila.

Pendidikan pancasila yang berhasil akan membuahkan hasil, seperti :
1. Beriman dan bertaqwa kepada tuhan YME.
2. Berkeprimanusiaan yang adil dan beradab.
3. Mendukung persatuan bangsa.
4. Mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama.
5. Mendukung upaya untuk mewujudkan keadilan sosial.

Melalui pendidikan pancasila, warga negara RI diharapkan mampu mamahami, menguasai pengetahuan, memupuk sikap dan prilaku bangsa dan negara dalam membangun cita-cita dan tujuan dari UUD 1945.

Leave a Reply