Keutamaan Shalat Tahajjud

tahajjud

sumber gambar photobucket

Keutamaan Shalat Tahajjud

Shalat Tahajjud adalah shalat yang dikerjakan pada waktu tengah malam antara shalat isya’ dan shalat subuh sesudah bangun tidur. Shalat tahajjud hukumnya sunnat dan dikerjakan sekurang-kurangnya dua rakaat sebanyak-banyaknya tidak terbatas.
Adapun niat shalat tahajjud:

صَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushollii sunnatat tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya : “Saya berniat shalat sunnat tahajjud dua rakaat karena Allah Ta’ala.


Adapun bacaannya :
-Pada rakaat pertama setelah membaca surat alfatihah membaca salah satu surat alqur’an misalnya QS. Al-baqarah : 284-286.
-Pada rakaat kedua setelah membaca Alfatihah membaca salah satu surat Al-Qur’an misalnya QS. Al-Qur’an Al-Imron : 16-17-18-19.
Keterangan :
Jika ayat tersebut belum hafal membacanya boleh membaca ayat lain.

Firman Allah ta’ala : “Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui kalau kamu berdiri (shalat) kurang dari dua pertiga malam” (QS. 73 Muzzamil :20)


Adapun keutamaan melaksanakan shalat malam yaitu :
Berdiri dimalam hari dengan amat sabar mampu untuk menolong kita menerangi hawa nafsu. Syetan mengikut tengkuk seseorang antara mau tidur dengan tiga ikatan. Setiap ikatannya terdapat malam yang panjang untukmu, tidurlah dan bila mana ia bangun dan berdzikir kepada Allah, ikatan itu dilepas. Bila ia wudlu ikatan kedua lepas. Dan ketiga shalat, ikatannya juga dilepas. Maka saat pagi tiba ia bangun dengan semangat jiwa yang bersih. Kalau tidak seperti ini jiwanya akan terus menerus kotor dan amat malas.
Apabila memohon pertolongan, berdo’a dengan sungguh-sungguh maka do’a yang kita panjatkan akan terkabul.

Nabi Saw bersabda : “Dua rakaat shalat yang dikerjakan hamba di malam hari lebih baik dari pada dunia seisinya”. Sesungguhnya dimalam ada suatu masa, dimana seorang hama tidak akan menemui permintaan kebajikan kecuali Dia pasti mengabulkan. Seperti contoh, Rasulullah beribadah malam hari sampai kakinya bengkak-bengkak. Sikap tersebut merupakan isyarah bertambahnya derajat, sebab kesulitan merupakan sarana bertambahnya derajat.

Istiqomahkanlah beribadah dimalam hari, karena sudah menjadi kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu. ibadah dimalam hari merupakan pendekatan jiwa kepada Allah azza Wa Jalla guna mencuci dosa, menyembuhkan penyakit dari tubuh dan mencegah perbuatan dosa.

Ada sebuah kisah dari Abu Dzar ra dan Ali bin Abi Thalib.
Nabi Saw bersabda kepada Abi dzar ra : Kalau kamu berpergian, apa ada persiapan bekal?. Katanya, Ya.
Sabda Nabi saw : Lalu apa bekalmu menuju akherat! Maukah aku mengabarkan kepadamu, hai Abu dzar. Suatu bekal yang bermanfaat untukmu di hari itu.
Kata Abu Dzar : Ya, mau, demi ayah dan ibuku.
Lantas nabi saw bersabda : Berpuasalah, demi suatu hari yang amat dahsyat panasnya, yakni dialam kubur. Berhajilah, demi agung-agungnya suatu masalah. Dan bersedekahlah dengan sedekah kepada fakir miskin, atau ucapkan kalimat yang benar dan tahanlah ucapan yang buruk.

Ali bin abi Thalib berkata : Suatu malam Yahya bin zakariya as, amat kenyang dengan roti gandum. Kemudian ia tertidur meninggalkan dzikirnya sampai pagi. Lalu allah menurunkan wahyu kepadanya :”Hai Yahya, apakah kamu menemukan perkampungan yang lebih baik daripada perkampunganKu! Hai Yahya andaikan kamu melihat surga dengan sekali jengukan, pasti lemakmu akan meleleh, nyawamu hilang karena melihat terlalu indahnya surga dan andai kamu melihat neraka kamu akan menangis mengeluarkan nanah setelah air matamu habis dan kamu akan memakai kulit setelah memakai kain sarung.

Nabi Sawa bersabda : Semoga Allah memberikan rahmat kepada lelaki yang beribadah shalat dimalam hari, kemudian membangunkan istrinya diajak shalat. Bila istri membangkang, dia akan menyiramkan air kewajahnya.
Semoga Allah memberikan rahmat kepada wanita yang beribadah shalat dimalam hari. Kemudian ia membangunkan suaminya sehingga shalat. Kalau suaminya membangkang, ia akan menyiram air ke wajahnya.

Dari penjelasan diatas, shalat tahajjud adalah shalat yang dilakukan pada sepertiga malam dengan sedikit-dikitnya dua rakaat.
Barang siapa yang melaksanakan shalat malam hari, maka akan bertambahnya untukmu. Maksudnya menambah tinggi derajat, akan menambahkan pahalanya dan sebaginya.
Seperti kisah dari seorang Abu Dzar dan Ali bin Abi Thalib, Nabi Saw mengingatkan dan memberikan, menganjurkan rahmat kepada yang melaksanakan shalat dimalam hari. Shalat disepertiga malam dapat membuat kita teehindar dari hawa nafsu, jiwa yang bersih, Allah akan meninggikan derajatnya dan shalat malam adalah shalat yang lebih baik dari dunia dan seisinya.

Leave a Reply