Hal yang merusak iman

mekah

Iman adalah suatu keyakinan dan kepercayaan yang diucapkan dengan lisan, dilakui dengan hati dan dibuktikan dengan amal perbuatan.
Jelasnya, bahwa orang yang beriman dengan sebenar-benarnya ialah orang yang memiliki ketiga unsur tersebut.
Iman seseorang itu selalu dinamis, mengikuti gerak langkah kehidupan manusia itu sendiri. Maksudnya iman seseorang akan bertambah atau berkurang bahkan akan rusak sebab iman itu banyak dipengaruhi oleh perbuatan kita sendiri.
Oleh karena itu, harus hati-hati terhadap hal yang dapat merusak iman yaitu:

  1. RIYA’
    Riya’ artinya perbuatan pura-pura. Menurut istilah dalam al-qur’an surat an-nisa’ ayat 142, riya’ adalah melakukan sesuatu amal tidak untuk mencari keridhan Allah tetapi untuk cari pujian dimasyarakat.
    Firman Allah :
    “Dan apabila mereka berdiri untuk solat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksudnya riya (dengan solat) dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.  (An-nisa’ : 142).

Macam-macam riya’

  1. Riya’ dalam niat
    Niat itu letaknya dalam hati. Benar atau tidaknya. Tulus atau tidaknya suatu niat hanya dia sendiri yang tahu dan juga allah yang maha mengetahui.
    Maksudnya apabila merwncanakan sesuatu tidak karena Allah, maka amal ibadahnya tidak diterima sebagai ibadah.
  2. Riya’ dalam perbuatan
    Dalam perbuatanpun juga sama maksudnya yaitu mengamalkan suatu niat dilakukan tidak karena Allah. Segala gerak geriknya hanya semata dilakukan untuk mendapat pujian dari orang lain.

Bahaya riya’
Ditinjau dari firman Allah surat An-nisa’ 142 paling tidak terdapat 3 perkara yang membahayakan iman, akibatnya :
a. Hilangnya sikap kontinuitas atau keistiqomahan diri dalam melakukan suatu kegiatan karena frekuensi zikir berkurang, sehingga ketenangan dan ketentraman hidup terancam dan akhirnya jatuhlah pada perbuatan sesat.
b. Hilangnya keikhlasan dalam melaksanakan perintah Allah karena merasa tidak ada orang yang memperhatikan akhirnya malas terhadap tugas dan kewajiban.
c. Mendapat siksa yang besar bagi orang yang lalai dari solatnya.

 

  1. TAKABUR
    Menurut bahasa takabur artinya sombong atau besar membesarkan. Sifat takabur selalu menganggap mudah dan meremehkan dalam menghadapi masalah tapi jika gagal mudah pula kecewa. Ia menilai bahwa kegagalan itu disebabkan kesalahan orang lain. Sifat takabur tidak mau disalahkan.

Macam-macam takabur
a. Takabur dalam sikap
Orang takabur memiliki sifat yang enggan minta tolong pada orang lain walau sebenarnya ia butuh pertolongan bahkan kehadapan Allahpun enggan berdoa dengan angkuhnya ia mengira semua persoalan dapat diselesaikan sendiri.

  1. Takabur dalam perbuatan
    Apabila sifat takabur sudah tertanam dalam hatinya akan ingkar kepada kebenaran yang datang dari Allah. Ia mengatakan bahwa Al-qur’an itu tiada lain hanyalah dongeng.  Dan dalam perbuatan sehari-hari ia angkuh dan riya. Bila berpapasan dengan orang lain enggan menegur.

Bahaya takabur
a. Ia tidak mempercayai dan meyakini adanya hari akhir sebagai hari sebab akibat. Ia menyangka bahwa semua perbuatannya benar dan tidak berdampak apa-apa.
b. Ia membenci oleh Allah dengan diganjar masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.
c. Ia ingkar kepada kebenaran yang datang dari Allah sebab kebenaran yang dapat diterima hanya dari dirinya.

 

  1. NIFAQ
    Nifaq artinya suatu sikap yang berbeda antara apa yang diucapkan dengan apa yang ada dalam hati. Jadi, lain dibibir lain pula dihati.  Dibibir mengaku beriman sedangkan hatinya ingkar kepada allah.
    Contoh perbuatan nifaq
    a. Bermuka dua
    Dalam kehidupan sehari-hari bermuka ganda mengandung maksud agar memperoleh keamanan diri untuk mencapai keuntungan pribadi, dalam kehidupan bermasyarakat dapat disebut sebagai penjilat.
    b. Mulut manis berbisa
    Orang nifaq atau munafiq pandai bersilat lindah. Bermanis dibibir berbisa dihati.

Bahaya nifaq
Orang munafiq sangat membahayakan banyk pihak terutama pada dirinya sendiri, nanti dihri kiamat akibatnya dia dimasukkan ke neraka yang paling bawah. Karena dimasa hidupnya selalu berusaha untuk menipu Allah dan orang beriman dengan sikap dan ucapan yang menyesatkan.
Selain itu orang munafiq juga membahayakan bagi orang lain karena ia selalu berusaha mengadu mengucapkan iman orang-orang mukmin dan selalu mengadakan pengacauan, baik aqidah, ibadah, mu’amalah.

 

  1. FASIQ
    Orang yang fasiq ialah orang yang berpaling dari apa yang telah diterima sebagai kewajiban atau tidak mengindahkan perintah Allah. Karena melalaikan untuk mengingat-Nya.
    Oleh karena itu, dalam al-qur’an digambarkan bahwa orang yang fasiq itu ialah orang yang lupa kepada Allah.

Bahaya fasiq
a. Tidak bisa dijadikan saksi, maksudnya orang fasiq tidak dapat diterima kesaksian orang lain teeutama nama baiknya meeugikan diri sendiri dan orang lain terutama nama baiknya.
b. Bila meninggal dunia tidak boleh disolatkan.
c. Mendapat azab atau siksa dari langit
d. Bahaya bagi orang lain adalah suka menyuruh yang munkar dan melarang berbuat ma’aruf  serta tidak memenuhi janji.

 

  1. PERBUATAN DOSA
    Perbuatan dosa adalah melakukan sesuatu perbuatan yang melanggar peraturan Allah, rasulnya baik yang menyangkut diri sendiri terhadap manusia lain maupun Allah.
    Ada beberapa perbuatan dosa manusia terhadap diri sendiri, orang lain dan kepada Allah :
    a. Terhadap diri sendiri
    Perbuatan menganiaya diri sendiri artinya melakukan dosa yang mana mudaratnya hanya menimpa diri sendiri baik yang besar maupun yang kecil.  Seperti bunuh diri, minum-minuman keras.
    b. Terhadap orang lain
    Berbuat dosa pada orang lain termasuk perbuatan keji yang mudaratnya tidak hanya mwnimoa diri sendiri juga orang lain, seperti zina, membunuh, saksi palsu menganiaya dan lainnya.
    c. Terhadap Allah
    Dosa terhadap Allah ialah suatu pelanggaran hukum yang langsung berkaitan dengan Allah. Seperri  syirik, durhaka kepada orangtua.

Bahaya perbuatan dosa
a. Terhadap diri  sendiri, bila kita bunuh diri maka bahaya yang diperoleh adalah dimasukkan ke neraka kekal untuk selmanya. Karena tidak sempat menyebut nama allah.
b. Terhadap orang lain, dalam perbuatan zina berakibat harga diri orng tersebut menurun. Tidak percaya diri dan merusak moral masyarakat karena sulitnya menenurukan keturunan dan sulit menentukan rumah tangga  dan sebagainya.

Dengan demikian, merusak iman dengan cara riya’ yang mencari pujian dari Allah, takabur yang selalu bersifat sombong acuh tak acuh, nifaq yang selalu berkata munafiq berbeda apa yang diucapakan dan apa yang ada di hati, fasiq yand selalu durhaka dan tidak mau manjalankan perintah Allah, dan perbuatan dosa besar seperti menganiaya, bunuh diri, berzina. Semua itu adalah hal yang dsangat dapat merusak iman, dan akan mendapat siksa yang besar nantinya. Karena akan ada hari dimana kita akan dihidupkan kembali dan dipertanyakan segala perbuatan dan tingkah laku semasa kita hidup di dunia.
Maka dari itu hindarilah perbuatan yang bisa merugikan diri sendiri, merugikan orang lain serta merugikan Allah, jalankanlah perintah-Nya dan jauhilah larangan-Nya.

 

 

Leave a Reply